Rabu, 24 Oktober 2018

   Virus: Pengertian, Ciri, Klasifikasi,         Jenis, Contoh dan Cara Hidupnya



Keberadaan virus pertama kali mulai diteliti oleh Adolf Meyer, ilmuwan asal jerman pada tahun 1883. Namun istilah kata virus dan karakteristiknya mulai dikenal banyak orang sejak keberhasilan penelitian Wandell M. Stanley dalam mengkristalkan virus. Untuk lebih paham mengenai penelitian tentang penemuan virus, silahkan baca artikel tentang sejarah penemuan virus secara kronologis dari 4 tokoh ilmuwan.

Jika sudah paham mengenai asal mula penemuan virus, sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah apa itu virus? Bagaimana karakteristik virus? Ada berapa macam virus? Seperti apa bentuk virus? Dan bagaimana cara hidup virus? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, mari simak secara baik-baik penjelasan berikut ini.

Pengertian Virus
kata virus berasal dari bahasa latin virulae yang artinya menular, dan juga berasal dari kata venom yang berarti cairan yang beracun.  Virus merupakan partikel ultra mikroskopis yang hanya hidup di dalam sel dan hanya bisa diamati dengan menggunakan mikroskop elektron.
pengertian virus, ciri-ciri virus, macam macam virus dan contohnya, cara hidup virus

Virus adalah substansi aseluler (tubuh tidak berupa sel), karena hanya memiliki kapsid (selubung pelindung) dan asam nukleat tetapi tidak memiliki inti sel, sitoplasma dan membran sel. Ukuran virus sangat kecil sehingga disebut mikroba atau mikroorganisme. Di dalam biologi, virus dipelajari lebih mendalam pada cabang ilmu virologi. Untuk lebih memahami tetang cabang ilmu biologi, silahkan baca artikel tentang Daftar 46 Cabang Ilmu Biologi Beserta Objek yang Dikajinya.

Jadi berdasarkan beberapa pengertian virus di atas dapat disumpulkan bahwa
Virus bukanlah suatu sel, melainkan hanya merupakan partikel yang mengandung materi genetik (DNA atau RNA saja) serta protein yang dapat memasuki atau menginfeksi sel hidup.

Ciri-Ciri Virus
Sifat atau karakteristik virus adalah sebagai berikut:
Virus Berukuran Ultra Mikroskopis (organisme subrenik)
Virus memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan kelompok taksonomi lainnya. Ukuran virus yang paling kecil memiliki diameter 30 nm dengan jumlah gen 4, lebih kecil dari ribosom sedangkan yang paling besar memiliki beberapa ratus gen. contoh virus yang paling besar adalah virus ebola dengan diameter 80 nm.

Meskipun berukuran paling besar, tetap saja tidak bisa dilihat dengan mikroskop cahaya sehingga untuk pengamatannya memerlukan mikroskop elektron. Untuk memahami tentang mikroskop, silahkan baca artikel tentang Pengertian, Jenis-Jenis, Bagian dan Fungsi serta Cara Menggunakan mikroskop.

Virus Bersifat Aseluler
Aseluler artinya virus tidak dikategorikan sebagai sel, karena virus tidak memiliki protoplasma, dinding sel, sitoplasma dan nukleus. Tubuh virus hanya berisi partikel penginfeksi yang terdiri atas asam nukleat yang terbungkus lapisan pelindung (kapsid). Pada beberapa kasus asam nukleatnya terdapat di dalam selubung membran.

Virus Bersifat Parasit Obligat
Parasit obligat artinya virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup dengan berperan sebagai parasit, yaitu memanfaatkan nutrisi yang terdapat pada sel organisme yang ditumpanginya.

Virus Merupakan Organisme Peralihan antara Benda Mati dengan Makhluk hidup
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Stanley Miller, beberapa virus dapat dikristalkan serta tidak mempunyai protoplasma sehingga virus digolongkan sebagai benda mati, karena sel yang paling sederhanapun tidak dapat beragregasi menjadi kristal. Akan tetapi, virus memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi serta memiliki asam nukleat (DNA atau RNA) sehingga virus dapat juga dikategorikan sebagai benda hidup atau organisme hidup.

Mekanisme Infeksi Virus Bersifat Lock and Key
Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu artinya serangan infeksi virus bersifat spesifik terhadap organisme tertentu. Virus dapat menginfeksi sel inang tertentu dengan mekanisme pengenalan virus seperti kesesuaian Lock and Key (lubang dan Kunci) antara protein di bagian luar virus dengan molekul reseptor (penerima) spesifik pada pemukaan sel inang.

Jenis inang yang dapat diinfeksi virus disebut kisaran inang. Beberapa virus memiliki kisaran inang yang cukup luas sehingga dapat menginfeksi dan menjadi parasit pada beberapa jenis organisme. Misalnya, virus flu burung dapat juga menginfeksi babi, unggas seperti ayam dan juga manusia. Virus rabies dapat menginfeksi mammalia termasuk rakun, sigung, anjing dan monyet.

Virus hanya Memiliki Satu Asam Nukleat
Setiap jenis virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang menyusun genomnya (materi atau partikel genetik) yaitu hanya memiliki DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) atau RNA (Ribo Nucleic Acid) saja, sehingga virus hanya memiliki dua nama yaitu virus DNA dan juga virus RNA

Virus Tidak Dapat Membelah Diri
Virus tidak berkembang biak dengan cara membelah diri. Perkembangbiakan virus dilakukan dengan rangkaian proses panjang, mulai dari pelekatan, penetrasi, replikasi genom, perakitan dan pelepasan virus-virus baru. Inilah ciri ciri virus yang paling membedakannya dengan organisme dalam kelompok taksonomi lainnya.


Virus Tidak Memiliki Enzim Metabolisme
Semua jenis virus tidak memiliki enzim metabolisme dan tidak memiliki ribosom ataupun perangkat/organela sel lainnya, namun beberapa virus memiliki enzim untuk proses replikasi dan transkripsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim sel inang (hospes), misalkan jenis virus Herpes.

Genom Virus Beragam
Genom virus lebih beragam dari genom konvensional (DNA untai tunggal atau single heliks) yang dimiliki oleh organisme lainnya. Genom virus mungkin terdiri dari DNA untai ganda, RNA untai ganda, DNA untai tunggal ataupun dapat juga RNA untai tunggal tergantung tipe virusnya.

Virus Berupa Hablur (Kristal)
Tubuh virus umumnya berupa hablur atau kristal yang tidak dapat diendapkan melalui sentrifugasi biasa. Tubuh virus terdiri dari kepala, isi tubuh, serabut ekor dan kulit berupa selubung protein atau kapsid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar